.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }
Your Adsense Link 728 X 15

Tari Ranup Lampuan

Posted by Kustio Delta Haryono Monday, 9 September 2013 0 comments
 Tari Ranup Lampuan yaitu kesenian Tari yg datang dari Nangroe Aceh Darussalam. Tari ini adalah menyambut tamu. gerakan untuk gerakan didalam Ranup Lampuan melukiskan prosesi menuai, membungkus, serta menyajikan sirih pada tamu yg dihormati, sebagaimana rutinitas menyajikan sirih pada tamu yg berlaku didalam kebiasaan penduduk Aceh. menilik cii-ciriistiknya, atas basic tersebut, Tari ini digolongkan ke didalam type Tari adat/upacara.

Tari Ranup Lampuan adalah di antara karya seni monumental yg dilahirkan oleh beberapa seniman Aceh. Ranup Lampuan didalam bhs Aceh, artinya sirih didalam puan. puan yaitu area sirih khas Aceh. karya Tari yg berlatar belakang kebiasaan istiadat ini dengan koreografi menceritakan bagaimana rutinitas penduduk Aceh menyongsong tamu ini tiap-tiap gerakannya memiliki makna tersendiri. layaknya gerakan salam sembah, menuai sirih lantas buang tangkainya, bersihkan sirih, menyapukan kapur, lantas berikan gambir serta pinang, hingga menyuguhkan sirih pada yg datang. bila teman dekat pingin tau bagaimana irama Tarian ini, dengar saja backsound dari situs (blog) ini.

Histori Tari Ranup Lampuan
visualisasi dari di antara filosofi hidup warga Aceh, yaitu menjunjung keramah-tamahan saat

Ranup ( atau Ranub ) didalam bhs Aceh memanglah artinya sirih, sesaat Lampuan terdiri dari dua kata, yaitu ( lam ) yg berarti didalam, serta ( puan ) yg artinya area sirih khas Aceh. Tarian ini diciptakan oleh yusrizal ( banda Aceh ) lebih kurang pada 1962 ( burhan, 1986 ; 141 ). tidak lama sesudah popular di banda Aceh, Tari ini berkembang di beragam tempat yang lain di nangroe Aceh darussalam.
tak hanya Ranup Lampuan, koregrafer tersohor Aceh ini, berbarengan grup Tari pocut baren, juga banyak menciptakan Tari-Tari tradisional Aceh yang lain, layaknya meusare-sare, bungong sieyueng-yueng, tron u laot, poh kipah, Tari rebana, serta SendraTari Cakra Donya Iskandar Muda, awal mulanya, Tari Ranup Lampuan yg dibawakan oleh 7 penari wanita ini diciptakan dng iringan musik modern ( band atau orkestra ), tetapi didalam perubahannya, Ranup Lampuan seringkali diiringi musik tradisional khas Aceh, “serune kalee”, sebagaimana diusulkan sebanyak pihak pada saat itu.

Arti (Makna) didalam Tari Ranup Lampuan

tiap-tiap gerakan serta atribut didalam Tarian ini memiliki kandungan arti simbolik. sebagai
gambaran, semua gerakan didalam Tari ini dibawakan dng teratur serta lembut sebagai ungkapan keikhlasan terima tamu. ada juga gerakan salam-sembah dng tangan mengayun ke kiri, ke kanan, serta ke depan sebagai perlambang kekhidmatan mempersilakan beberapa tamu utk duduk. lalu, sirih didalam puan lalu dihidangkan dengan nyata oleh beberapa penari pada tamu yg mereka sambut. didalam penduduk Aceh, sirih serta puan adalah perlambang kehangatan persaudaran. tak hanya sebagai hidangan penyambut tamu, Ranup atau sirih memiliki peran yg mutlak didalam ritus-ritus sosial penduduk Aceh, hingga ia senantiasa ada didalam beragam prosesi, dari mulai pernikahan, sunatan, apalagi saat menguburkan jenazah

0 comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget

KALENDER

WINDOWS LIVE MESSENGER