.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }
Your Adsense Link 728 X 15

Asal-usul Tari Tor-tor dan Alat Musik Gondang 9

Posted by Kustio Delta Haryono Saturday, 6 October 2012 0 comments

Asal-usul Tari Tor-tor dan Alat Musik Gondang 9 

TEMPO.CO, Jakarta - Kantor berita Malaysia, Bernama, melansir berita bahwa Menteri Rais berencana mendaftarkan kedua budaya masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005. Menanggapi klaim Malaysia, Ketua Lembaga Adat Sidempuan Saleh Salam Harahap angkat bicara. (Baca: Malaysia Pengin Klaim Tarian Tortor)

Saleh menyatakan alat musik gondang 9 (sembilan gendang) dan tari tor-tor adalah budaya yang telah lama ada dan dikenal luas di suku Batak dan Mandailing. ”Budaya itu sudah ada sejak 500 tahun lalu di Mandailing,” katanya, Minggu 17 Juni 2012. (Baca: Malaysia Klaim Tari Tortor, Indonesia Harus Tegas)

Ia pun menceritakan asal-usul kesenian Indonesia ini. Alat musik gondang 9 dan tari tor-tor digelar bersamaan. Pada suku Mandailing, gondang 9 dan tari tor-tor digelar untuk perayaan, hajatan, dan penyambutan tamu yang dihormati.

Pada masa kolonial, kesenian ini menjadi hiburan para raja dan sebagai bentuk perlawanan terhadap serdadu Belanda. Ada bunyi tertentu yang ditabuh, menandakan kedatangan serdadu Belanda. Ketika gondang dibunyikan, masyarakat diminta mengungsi. "Bunyi lainnya meminta masyarakat untuk kembali ke kampung karena serdadu sudah pergi,” Saleh berujar.

Suku Mandailing pun berbeda-beda dalam menyebut alat musik gondang. Mandailing yang bermukim di wilayah Angkola, Sidimpuan, Tapanuli Selatan, mengenal dengan sebutan gondang 2. Sebelumnya disebut gondang 7 di tiga wilayah itu. Hanya di Mandailing Natal yang sebutannya tetap sampai sekarang, gondang 9.

Adanya perubahan sebutan gondang 7 menjadi gondang 2 karena kesenian budaya ini sempat dilarang pada masa penjajahan. Mengingat sering digunakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kompeni. ”Alatnya juga berat untuk dibawa bila mengungsi,” kata Saleh.

Saleh yakin upaya Malaysia mengklaim budaya itu akan dihadang komunitas Mandailing yang tersebar di Malaysia. (Baca: Lembaga Adat Mandailing Lawan Klaim Malaysia)

”Ada dua lembaga adat Mandailing di Malaysia, dan saya kenal pada pemangku adatnya. Tidak mungkin para pemangku adat Mandailing di Negara Bagian Perak, Malaysia, dan di Kuala Lumpur menggadaikan kebudayaan sukunya,” kata Saleh.

Dia menuturkan ada Lembaga Paham (Persatuan Halak Mandailing-Malaysia) di Kuala Lumpur. Saleh yang kerap berkunjung ke Malaysia dalam rangkaian kegiatan kebudayaan menyebutkan 26 kampung suku Mandailing di negeri jiran. Mereka mayoritas bermarga Harahap, Siregar, Nasution, dan Hasibuan. ”Kesehariannya di kampung itu mereka menggunakan bahasa Mandailing,” Saleh berujar.

SOETANA MONANG HASIBUAN | NIEKE INDRIETTA

0 comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget

KALENDER

WINDOWS LIVE MESSENGER